Anak Menteng

16 09 2016

Disclaimer: 

Cerita ini adalah fiksi belaka, segala kesamaan nama, tempat maupun jalan cerita adalah bukan kesengajaan penulis. 

—————————————

Alkisah setelah berkenalan di path seorang teman,  Didi dan Kiki kemudian berniat melanjutkan perkenalan mereka di suatu tempat di bilangan Jakarta Pusat agar bisa lebih saling mengenal satu sama lainnya. Istilahnya sih kopdar alias kopi darat. Didi yang bekerja sebagai manajer pemasaran di salah satu perusahaan telco terkemuka inipun berinisiatif mengajak Kiki untuk bertemu di sebuah Deli yang lagi ngehits di Grand Indonesia. Kiki pun tak menampik usulan tersebut. Akhirnya merekapun sepakat untuk bertemu pada hari Jumat sore, seusai waktu kerja.

Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Didi sangat senang akhirnya bisa bertemu dengan Kiki yang cantik jelita, dan Kiki juga tak kalah kagum melihat penampilan Didi yang ganteng dan necis bak eksekutif muda masa kini. 

Tak terasa, hari semakin malam, dan tibalah waktu untuk berpisah. 

“Thanks for the dinner ya mas,” kata Kiki. “Aku pulang dulu”, sambungnya.

“Oh, kamu rumahnya di mana?” tanya Didi.

“Menteng”, sahut Kiki enteng.

“Oh, biarlah kuantar, kasihan sudah malam”, kata Didi. “Lumayan lah, deket rumahnya, plus berarti dia tajiirr! Yeaayy!” pikir Didi dalam hatinya.

Kemudian merekapun keluar dari mall itu bersama-sama. Ketika akan berbelok ke Menteng, Kiki berkata, “lewat sudirman aja Di, jangan belok situ..” Didi pun menurut, walau dalam hatinya dia heran, kenapa harus memutar jauh. Setiap kali Didi hendak berbelok ke arah Menteng, Kiki selalu mencegahnya, dan menyuruhnya tetap di jalan raya Sudirman, hingga mereka masuk jalan tol dalam kota. Didi pun semakin deg-degan.

Hingga akhirnya setelah dia tidak tahan lagi, dia pun bertanya, “Tadi rumah kamu katanya di Menteng? Kok lewat sini?”

Kiki pun menjawab, “iya mas, Ujung Menteng, BEKASI!”

Didi langsung pucat pasi!

Lalu ia berkata lagi, “oalah dik, kukira Menteng Jakarta! Eh by the way, aku lupa nama panjangmu tadi dik Kiki..”

Kiki menjawab, “Mukiyem, mas.. Kalo mas Didi?”

Didi menjawab singkat, “MUKIDI!”
~ Ujung Menteng, Bekasi, September 2016 ~





28 05 2016

Jangan malah yaaa…
Iyaa… 😊😇

View on Path





14 03 2016

Sesungguhnya rejeki setiap makhluk itu sudah ditentukan oleh Allah 50 ribu tahun sebelum penciptaan, berdasarkan hadits sbb:

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ
“Allah telah mencatat takdir setiap makhluk sebelum 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” (HR. Muslim no. 2653, dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash).

Jadi apapun yg kita lakukan, kalau memang sudah ditentukan rejeki kita selama hidup adalah X rupiah, ya itulah yang akan kita peroleh. Kewajiban kita sebagai manusia berakal hanyalah mencarinya dari jalan yg halal sesuai syariat, supaya rejeki yg kita peroleh menjadi berkah. Mogok, demo, korupsi, mencuri dan aksi lainnya yg tidak syar’i hanya akan mengurangi bahkan menghilangkan keberkahan rejeki tsb.
Allahu musta’an.

#worksmart
#livesmart

View on Path





(Nggak Harus) Main Air di Rumah Air, Bogor Nirwana Residence

5 03 2016

Rumah Air

img_1910-2
Keseruan siang ini di Resto Rumah Air BNR.

Tulisan ini nggak ngebahas makanan yaaa… Karena selera orang kan beda2. Saya bahas aneka permainannya aja yaaah di resto ini. Lumayan banyak sih mainannya, tp kudu bawa banyak uang cash buat beli tiketnya. Harga tiket permainan berkisar antara 15ribu – 40ribu perak. Mainan yg tersedia mulai dari perahu bebek, ATV, segway, sepeda mini, mobil2an, becak2an, naik kuda poni (kayak di taman safari), bahkan mobil vw kodok kayak di alun2 kidul Jogja juga ada! Oh iya, kalau mau main paintball & outbond juga bisa, tapi minimal 10 orang. Mau leyeh2 aja di saung sambil ngasih makan ikan koi? Bisaaa… 1 bungkus makanan ikan bisa ditebus dengan harga 10 ribu perak.
Perjalanan yg lama, macet dan berliku (lewat jalan alternatif) jadi terbayar karena ngeliat anak2 pada seneng main!

 





1 03 2016

Diem2, tanpa pengumuman, tanpa pencitraan, pemda Jaktim membersihkan Kali Cakung (Cakung Drain) termasuk bangunan2 semi permanen yg menempel di bantaran kali tsb. Kini kawasan ini jadi lebih bersih dan nyaman utk dilalui, dan semoga jadi bebas banjir yaa…
Iyaa…

Thumbs up, pak wali!
(Dan gue bahkan nggak tau namanya siapa)

View on Path





Heart & Cholesterol Savvy Breakfast 

23 12 2015

This breakfast is totally a miracle. It can both maintain your cholesterol level yet reduce the cholesterol level in your arteries, and also help your weight loss program! The recipe is quite simple:

2 pcs of wheat bread 

2 tbs of honey (pure or organic honey)

2 pinches of cinnamon powder

Make a paste of honey and cinnamon powder, then spread it on your bread. 

Enjoy your healthy and powerful breakfast!

 





Doa Ketika Turun Hujan

2 11 2015

Dari Ummul Mukminin, ’Aisyah radhiyallahu ’anha,

إِنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا رَأَى الْمَطَرَ قَالَ اللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً

“Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan, ”Allahumma shoyyiban nafi’an” [Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat]”. (HR. Bukhari no. 1032)

Ibnu Baththol mengatakan, ”Hadits ini berisi anjuran untuk berdo’a ketika turun hujan agar kebaikan dan keberkahan semakin bertambah, begitu pula semakin banyak kemanfaatan.” (Syarh Al Bukhari, Ibnu Baththol, 5: 18, Asy Syamilah)
Begitu juga terdapat hadits dari Sahl bin Sa’d, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

ثِنْتَانِ مَا تُرَدَّانِ الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِوَ تَحْتَ المَطَرِ

“Dua do’a yang tidak akan ditolak: [1] do’a ketika adzan dan [2] do’a ketika ketika turunnya hujan.” (HR. Al Hakim dan Al Baihaqi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat Shohihul Jaami’ no. 3078).

~ dikutip dari Sini.~








%d bloggers like this: