Backpacking to Kuala Lumpur, Malaysia, November 2010

30 12 2011

Sebenarnya liburan kali ini bukan liburan yang direncanakan. Ide itu muncul saat saya mengetahui dari twitter bahwa Air Asia mengadakan promo 101010 (10 Oktober 2010) dengan menjual tiket seharga Rp 10ribu! Jam 00.05 saya browsing ke website AA via hp, dan langsung melakukan pemesanan tiket utk tanggal 5-7 November. Dan tring! only costs Rp 310,000,- utk 2 orang. Keesokan harinya saya browsing untuk kamar hotel dan baru dapet beberapa hari kemudian, yaitu di Orange Hotel, Jalan Petaling. Karena saya bookingnya dari jauh hari (via Agoda), maka saya dapet harga promo juga, senilai US$ 54.62 atau Rp 487,757.00 utk 2 malem, dengan fasilitas yang lumayanlah, AC, hot water, TV, deluxe room, cuman no breakfast.

 
Hari H pun tiba dan saya bersama suami pun berangkat pagi2, mengejar penerbangan jam 08.30, dari terminal Kampung Rambutan naik bus damri (Rp 40,000). Setibanya di airport, karena sudah check in via web, kami hanya perlu membayar airport tax (total Rp 300,000) dan mengurus fasilitas bebas fiskal. Pesawat pun berangkat pada waktu yang telah ditentukan. Setibanya di KL LCCT (Low-Cost Carrier Terminal), kami dijemput oleh saudara sepupu saya yang kuliah disana, dan kami langsung diajak ke Putrajaya untuk melihat2 pusat pemerintahan Malaysia itu. Namun sebelumnya kami mampir dulu ke Sepang F1 International Circuit untuk foto2, gratiisss… Sambil menunggu ibadah shalat Jumat, saya nongkrong di salah satu cafe di Putrajaya sambil ngopi dan foto2. (Segelas Ice Nescafe: RM 3.00) Setelah itu kami bertolak ke Bangi, terminal sekaligus kos2an sepupu saya itu untuk makan siang dan melanjutkan perjalanan dengan bis (modelnya kaya bis transjakarta). (Makan siang bertiga RM 18.90, Bis RM 9.00)
 
Setibanya di kota KL, kami turun di halte Bukit Bintang lalu berjalan kaki sambil berfoto2 disana untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke Petronas Twin Tower dengan monorail (Tiket monorail ber3 RM 4.00). Puas berjalan2 (dan pegel juga sih), kami pun bertolak ke hotel di daerah Chinatown dengan menaiki LRT ke Stesen Pasar Seni (Tiket LRT ber3 RM 4.00). Setelah check in dan beristirahat sejenak, kami berdua melanjutkan perjalanan ke daerah Dataran Merdeka dan Masjid Jamek untuk berfoto2, lalu kembali Petaling dan Central Market untuk menikmati makan malam khas Muslim India (mamak) seharga RM 13.20.
Keesokan harinya, kami berangkat pagi2 dengan menaiki LRT ke Stesen KL Sentral lalu disambung dengan KTM Komuter menuju Batu Caves, untuk melihat perayaan Deepavali (Diwali) di sana (Total LRT + KTM = RM 8.00). Pemandangannya benar2 menyenangkan! Selanjutnya, kami memutuskan untuk jalan2 ke Bukit Bintang menaiki monorail dari KL Sentral (tiket pulang pergi RM 6.40) untuk makan siang (Nasi Ayam Hainam Chee Meng, Bukit Bintang RM 21.00) dan berkeliling di Berjaya Times Square dan Low Yat Plaza.
Malam harinya kami hunting oleh2 di Central Market dan Jalan Petaling (disini wajib nawar! pake bahasa Indonesia juga bisa, karena penjualnya kebanyakan orang Indonesia. LOL). Ternyata, pas kami makan malam di salah satu pedagang kaki lima (hawker) di Jalan Tun H.S. Lee, penjualnya ternyata orang Madura! Jadilah dikasi diskon RM 0.50, lumayan, hehehe… (Makan malam RM 8.00). Setelah kenyang, kami pun melanjutkan perjalanan untuk melihat KL Tower dan (maunya) clubbing di Hard Rock Cafe. Tapi ternyata tempat yang dituju itu bukan tempat clubbing, melainkan restoran, jadinya cuman foto2 aja deh, hehehe…
 
Keesokan paginya, kami berangkat pagi2 dengan berjalan kaki menuju ke Taman Tasik Perdana. Dalam perjalanan kesana, kami menemukan berbagai lokasi menarik untuk difoto, seperti The Old KL Station, KTM Berhad, Mahkamah Syariah, National Mosque dan lain2. Taman Tasik Perdana itu ternyata merupakan lokasi pemerintahan (mungkin sebelum dipindah ke Putrajaya) sekaligus tempat untuk berolahraga, karena banyaknya pohon2 dan danau serta berbagai taman seperti bird park, butterfly park, deer park dan the lake garden. Kami sarapan nasi lemak di salah satu pedagang disini (RM 7.40) sebelum kembali ke hotel untuk check-out dan bertolak ke airport. Setelah beristirahat sejenak dan packing, kami pun check-out dan berangkat ke Airport LCCT dengan menaiki LRT dari Pasar Seni ke KL Sentral yang dilanjutkan dengan shuttle bus ke airport (AA Skybus total RM 18.00). Kami sengaja berangkat lebih awal karena cemas akibat adanya isu abu Merapi di Jakarta yang menyebabkan batalnya sejumlah penerbangan luar negeri ke Jakarta. Setibanya di airport, ternyata jadwal kami on-time, sehingga kami pun makan siang dulu di McD (not recommended sih, ngga enak banget RM 14.00). Akhirnya, pesawat pun berangkat pada pk.16.05 waktu setempat (delay 1 jam) dan alhamdulillah kami tiba di Jakarta pada pk. 17.00. Lalu kami meneruskan perjalanan pulang dengan bus damri ke Kp.Rambutan (RP 40,000) yang dilanjutkan dengan taksi (Rp 45,000).
Total biaya yg dikeluarkan selama di KL (diluar oleh2): RM 180.00 (Rp 523,800, asumsi kurs 1 RM = Rp 2,910).
Total biaya liburan (termasuk pesawat dan hotel): Rp 1,750,000.00 untuk berdua (diluar oleh2).
Jadi, tidak perlu budget mahal untuk liburan ke luar negeri!
Asal mau backpacking dan banyak jalan serta belajar naik berbagai alat transportasi yang tersedia. Oh iya, satu hal yg penting, jangan lupa pake tas ransel, bukan koper, untuk memudahkan kita berkeliling sebelum dan sesudah check-in/out.
Must-bring items: ransel, payung, topi, kacamata hitam, balsem (banyak jalan jadi pegel), popmi (hehehe), kopi sachet, kamera + chargernya.
Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: