Yang Baik dan Yang Benar

5 01 2012

Apakah hal yang baik itu pasti hal yang benar? Apakah kebenaran itu selalu baik? Apakah hal baik yg kita lakukan sekarang ini sudah benar? Hehehe… Terasa tergelitik ya? Yuk kita diskusi bareng ya…

Sekarang ini sedang rame-ramenya pembahasan di berbagai media tentang kisah si terdakwa remaja pencuri sendal yg kini tengah menghadapi proses peradilan. Di awal tahun 2011 lalu media juga diwarnai dengan berita nenek pencuri sarung yg juga melalui proses peradilan. Seperti halnya berita tahun lalu, masyarakat meminta agar AAL demikian nama sang terdakwa, dibebaskan. Salah satu upaya yg booming dan terbukti berhasil adalah “Gerakan Seribu”, atau “Gerakan Sejuta”, dan hal inilah yg dilakukan oleh masyarakat, sehingga kini terdapat ribuan sandal jepit di Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di Jakarta.

Jika AAL terbukti bersalah atas pencurian, maka berdasarkan pasal 361 KUHPidana sepatutnyalah ia memperoleh hukuman yg sesuai, walaupun kemudian terdapat keringanan karena ia masih dibawah umur. Mengenai nilai sendal jepit yg hanya lima ribu rupiah itu bukan merupakan unsur penghapus kesalahan dalam hukum. Hukum hanya melihat kesesuaian antara aturan yg berlaku dengan perilaku terhadap aturan tersebut. Jika terdapat pelanggaran terhadap ketentuan hukum yg berlaku yg kemudian terbukti secara sah dan meyakinkan, maka kemudian sanksi pun berlaku. Tidak ada pengecualian. Jadi kalau ada gerakan bebaskan AAL karena sendal yg dicuri itu “tidak seberapa” jika dibandingkan dengan hasil korupsi yg milyaran rupiah, ya menurut saya itu tidak tepat. Hukum adalah hukum yg harus ditegakkan. Tidak peduli kejahatan itu bernilai 1 trilyun, 100 juta, 1 juta atau seribu rupiah, tetap harus diproses sesuai dengan hukum yg berlaku. Masalah sanksi yg diberikan ya tergantung pada kebijaksanaan sang hakim yg menangani perkara tersebut.

Nah sekarang tentunya nurani kita pun terusik, dimana rasa keadilan itu dianggap telah hilang, karena pada saat terdakwa perkara pidana senilai ribuan rupiah harus mengalami proses hukum, terdakwa bahkan terpidana perkara korupsi senilai ratusan ribu dollar masih bisa bebas dan jalan-jalan ke luar negeri! Kalau sudah begini, apakah ketentuan hukum pidana tadi masih dianggap baik? Hehehe, tapi ingat yah bahwa ketentuan pidana sebagai hukum material adalah satu hal, sedangkan law enforcement nya merupakan hal yg sama sekali berbeda. Jadi kira2 ini masalah ketentuan hukumnya atau pelaksanaannya (law enforcement) yah? 😉

jadi rakyat biasa seperti kita ini harus gimana dong supaya didengar oleh mereka yg “di atas” sebagai pelaku law enforcement tadi?

Well, tentunya dengan tetap melakukan berbagai upaya advokasi yg sesuai dengan hukum yg berlaku! Walaupun gerakan seribu sendal untuk bebaskan AAL ini dinilai baik dalam situasi politik seperti sekarang ini, namun tindakan ini tidak benar karena bertentangan dengan ketentuan hukum yg berlaku. Hal ini tidak ada bedanya dengan jika anda hendak minta pembebasan seorang terdakwa koruptor yg tengah menjalani persidangan. Seyogyanya kita menghormati proses hukum yg berjalan. Selama sidang belum berakhir, belum ada putusan, berarti sang terdakwa masih belum bisa dianggap bersalah. Ingat presumption of innocence yg dianut sistem hukum kita.

Jadi kalau menurut saya yg sekali lagi hanya mau menggelitik nurani kita semua, sebaiknya slogan “bebaskan AAL” itu lebih disempurnakan lagi agar tetap bisa beradvokasi tanpa mengesampingkan kebenaran, misalnya “gerakan 1000 sendal untuk proses hukum yg adil bagi SEMUA”, “bebaskan AAL jika koruptor juga bebas”, dsb. Semoga kita semua bisa senantiasa melakukan hal-hal yang baik dan benar.

Salam gelitik 😉

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: