One Fine Day in Ciwidey

27 07 2012

Halo! Saya yakin, sebagian besar dari anda pasti sudah pernah travelling ke Ciwidey, baik bersama keluarga maupun rekan-rekan anda. Namun kali ini saya ingin membagi pengalaman mengenai bagaimana melakukannya bersama para buah hati anda tanpa perlu menghabiskan terlalu banyak biaya dan waktu.

Saya berangkat dari kediaman saya di daerah Bekasi sekitar waktu subuh, pada hari kerja. Dengan demikian, kami bisa menghemat lebih banyak waktu di perjalanan, karena jalur tol Cipularang tentunya lebih nyaman untuk dilalui pada hari kerja, dibandingkan di waktu weekend. Sarapan yang disajikan dalam kotak bekal yang dimasak sendiri dirumah akan terasa lebih nikmat ketika disantap bersama-sama di tempat terbuka di salah satu rest area jalan tol. Pemandangan sunrise seperti ini merupakan bonus tersendiri saat menikmati sarapan yang lezat, bergizi, higienis dan gratis 🙂 .

Setibanya di Ciwidey pada pukul 9 pagi, kami langsung menuju ke kawasan wisata Kawah Putih, Gunung Patuha. Tiket masuknya memang agak mahal jika membawa kendaraan sendiri, yaitu Rp 150.000 per mobil dan Rp 30,000 per orang. Tapi percaya deh, totally worth it! (psstt… tiket masuknya bisa ditawar lho, asal kita minta baik2 sama mbak2nya dengan sedikit rayuan maut). Jika berkeberatan dengan biaya tersebut, kita bisa meninggalkan kendaraan di tempat parkir dekat gardu tiket lalu naik “shuttle angkot” ke puncak gunung dengan biaya Rp 10,000 per orang. Lokasi parkir atas sangat luas, bisa menampung ratusan kendaraan. Terdapat juga mushalla dan toilet yang sangat bersih (mengingat standar kebersihan toilet umum di Indonesia yang masih kurang baik ya).

Selain berfoto, kegiatan lainnya yang bisa dilakukan di kawasan tersebut adalah belajar sambil bermain bersama buah hati kita. Keunikan fenomena alam di Kawah Putih yang hanya satu-satunya di dunia ini tentunya merupakan pembelajaran sains yang menarik bagi mereka, terlebih ketika mereka melihat dan mengalaminya sendiri dalam field trip ini. (note for parents: jangan lupa untuk mengintip terlebih dahulu di area gerbang Kawah Putih mengenai sejarah terbentuknya Kawah Putih dan googling sedikit pelajaran sains mengenai gunung berapi dan belerang. Akan timbul banyak pertanyaan dari para ilmuwan cilik itu!). Waktu terbaik untuk eksplorasi di kawasan ini adalah di pagi hari, karena siang hari sangat berpotensi cuaca berawan.

Setelah puas bermain dan belajar di Kawah Putih, saatnya untuk sedikit petualangan di Kebun Strawberry milik penduduk yang terbentang di sepanjang tepi jalan raya Ciwidey. Disini mereka bisa memetik sendiri buah strawberry dengan biaya Rp 35.000 – Rp 40.000 per kilogram buah yang dipetik dan dibawa pulang. Berilah tips kepada si kecil mengenai cara memilih dan memetik buah strawberry (karena ini tour gratis, maka tidak ada pemandunya! 😀 ). Kegiatan tambahan yang kelak kami lakukan di rumah adalah mengolah buah strawberry ini bersama-sama, seperti membuat jus strawberry, strawberry smoothie atau strawberry cake.

Berbagai kegiatan ini tentunya cukup menguras tenaga dan waktu, sehingga tanpa terasa tibalah waktunya makan siang. Kami bersantap di restoran Sangu Liwet bu Ika yang juga terletak di sepanjang jalan raya Ciwidey, namun sudah di bagian bawah (deretan Kampung Pago resort), sebelah kanan jalan jika dari arah atas. Hanya dengan rata-rata Rp 15,000 per orang, anda sudah bisa menikmati berbagai masakan lezat seperti nasi liwet yang disajikan secara unik dalam kettle, ikan gurame dengan sambel dan aneka lalapan, sayur asem dan bajigur hangat khas bumi parahyangan di atas saung lesehan sambil melepas lelah bersama keluarga tercinta.

Setelah kenyang dan puas melepas lelah, kami pun bertolak pulang dan tiba dirumah pada sore hari. Jarak yang cukup jauh menjadi tidak terlalu terasa bagi si kecil, dan pengalaman menarik ini masih terus menjadi pembicaraan mereka hingga hari ini. 🙂

Advertisements

Actions

Information

3 responses

27 07 2012
Mimi Santi

disana dingin ya, nggie? gw penasaran pengen kesana, foto-fotonya bagus!!

28 07 2012
enyaanggia

Kalo Orang dewasa sih ga terlalu terasa dingin ya (mungkin karena berlemak, hehehe), tapi kalo anak2 wajib pake jaket, celana panjang & kaos kaki bu 😉

12 06 2017

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: