Pinisi Edutainment Park: Kids Town Bernuansa Tradisional

16 06 2013

20130616-231325.jpg

Ada yang udah pernah ke Kidzania? Pasti mayoritas udah pernah yaa, dan pastinya anak2 kita pun puas dengan fasilitas & gimmick disana. Konsep “kids town” disana benar2 menjadi nilai jual tinggi.

Nah sekarang saya tanya lagi, ada yang udah pernah ke Pinisi Edutainment Park? Pengen balik nanya kan, apa itu Pinisi? Dimana? Hehehe… Ya, Pinisi Edutainment Park memang tempat hiburan dan pendidikan bagi anak2 yg tergolong baru di Jakarta. Dibangun di lantai 9 dan 10 Pasaraya Blok M, Pinisi menawarkan konsep “kids town” yg kurang lebih mirip dengan Kidzania, namun lebih beraneka ragam fasilitas permainan dgn sentuhan budaya tradisional sehingga proses edukasi pada anak dijamin bisa berjalan.

Di dalam area Pinisi ada beberapa ruang kelas yg bisa dimanfaatkan anak untuk mempelajari berbagai budaya lokal & tradisional Indonesia seperti mendalang (seni wayang), seni tari, membatik, membuat layang2, gamelan, angklung, drama dan menyanyi. Cara mainnya seperti di Kidzania, namun dengan durasi yg lebih lama (rata2 30 menit). Jika anak anda berbakat & berprestasi, akan dipanggil untuk tampil di atas panggung pada jadwal yg telah ditentukan (jam 11.00 dan jam 14.00).

Ada juga Planetarium Layar Datar yang menayangkan ilmu astronomi ala planetarium asli. Tapi review saya atas pertunjukan ini tidak terlalu memuaskan, bahkan cenderung mengecewakan, karena tak ubahnya seperti nonton layar tancep rame2!

Keunggulan Pinisi lainnya adalah area permainan yang cukup luas dan beragam. Dari mulai permainan untuk toddler (usia 1-3 tahun), choo-choo train keliling area, bombom car dengan design ala ban pada river tubing, 4D simulator hingga flying fox tersedia untuk dimainkan sepuasnya.

Secara umum, konsep yang ditawarkan Pinisi bisa menjadi alternatif tujuan wisata pada liburan sekolah kali ini, terutama bagi para orang tua yang sangat peduli dengan aspek pendidikan dan kebudayaan. Harga tiket masuknya pun sangat terjangkau, yakni:
– weekday: toddler Rp 50ribu, anak Rp 100ribu, dewasa Rp 50ribu. Showtime 6 jam, yaitu jam 9.00-15.00 atau jam 11.00-17.00
– weekend: toddler Rp 50ribu, anak Rp 115ribu, dewasa Rp 50ribu. Showtime 8 jam, yaitu jam 9.00-17.00.

Jika masih ada berbagai kekurangan di sana-sini yang harus diperbaiki Pinisi, itu wajar, karena usianya pun baru setahun. Bahkan konon kabarnya manajemen Pinisi akan memperluas areanya dan membangun semacam Science Centre seperti di Singapore. Wah! Kita tunggu saja!

Tips berkunjung ke Pinisi:
– anak membawa botol minum bertali (diselempangkan), karena kita tidak boleh membawa tas besar, makanan & minuman ke dalam area. Kalau ditemukan ya harus dititipkan di depan pintu masuk.
– bawalah uang cash yang banyak, karena porsi makanan di restoran Pinisi cukup kecil, jadi kemungkinan kita harus memesan makanan agak banyak supaya kenyang :p
– pada jam 11.00 dan 14.00, para “kakak2” yang ramah itu akan menyudahi berbagai aktivitas utk menggiring kita ke auditorium agar menonton planetarium dan opera (dan pentas anak2). Nah, jika kita tidak berniat utk menontonnya dan anak2 kita pun tidak tampil, kita bisa lho minta kakak2 itu supaya “membuka” permainan2 & kelas2 tertentu. Hati2 jangan terkecoh dengan alasan mereka yg mengatakan bahwa SDMnya kurang (tidak ada yg menjalankan, dsb). We still can have fun!
– rajin2 lah mengecek gelang peserta yang dipakaikan ke tangan kita, karena kaitannya agak kurang baik, sehingga besar kemungkinan bisa terlepas dan jatuh (ini terjadi pada teman saya).

Oh well, sepertinya saya udah terlalu bawel, jadi biarkan foto yang berbicara aja yaahh… Selamat berlayar di Pinisi!

20130616-230854.jpg

Planetarium layar datar

20130616-231001.jpg

Belajar membuat layang-layang

20130616-231026.jpg

Choo Choo !!!

20130616-231359.jpg

Kelas Gamelan

20130616-231511.jpg

Para Dalang Cilik

20130616-231625.jpg

Kelas Membatik

20130616-231704.jpg

Bom-bom Tube

Advertisements







%d bloggers like this: