Kalah Jadi Abu, Menang Jadi Arang

11 06 2014

Serunya pertandingan politik di berbagai social media akhir-akhir ini membuat saya tiba-tiba teringat cerita Harry Potter and the Goblet of Fire. Dalam 3 babak pertandingan memperebutkan piala api itu, ternyata semua para cajur (calon juara) berbuat curang, termasuk Harry, walau kecurangan itu diluar kehendak mereka. Semua cajur sudah mengetahui tugas/ pertanyaan yg akan diberikan pada setiap babak karena ada pihak2 yg membocorkan tugas/pertanyaan tsb, sehingga para cajur bisa mempelajari terlebih dahulu pertanyaan yg akan diberikan. Seperti yg sudah diketahui bersama, pertandingan berakhir dengan kematian Cedric Diggory di babak final, dan Harry Potter berhasil meraih piala api bergilir beserta sekantung galleon yang ia berikan kepada si kembar Weasley. Tapi kemenangan itu sia-sia bagi Harry, karena walaupun ia menjadi Juara, seumur hidupnya ia didera rasa bersalah karena kematian Cedric.

See? Kalah jadi abu, menang jadi arang.

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: