Bola-bola Coklat Tya

23 07 2014

Karena lebaran tahun ini dapet jatah masak2, maka demi penghematan gue gak pesen cookies seperti biasanya. Eh anak ini trus minta dibeliin biskuit marie, susu kental manis (yg putih) dan meises, trus langsung deh praktek bikin cookies sendiri. Alhamdulillaah… Aktivitas ngabuburit anak yg hemat, kreatif dan enakkk!

20140723-134837.jpg

Note: kata Tya, pakai susu yg putih lebih enak daripada yg coklat lho.. (Kayak di resep mainstream) 😁

Advertisements




Pemilu Pertama

9 07 2014

Tahun ini tahun politik di Indonesia, karena diwarnai oleh masa Pemilihan Umum anggota dewan legislatif dan presiden beserta wakilnya. Dan keduanya, adalah pemilu pertama gue.

Untuk pertama kalinya di bulan Mei kemarin dengan penuh harapan dan cinta terhadap bangsa, gw nyoblos gambar para calon wakil rakyat itu, walaupun nggak ada yang gw kenal seorangpun. Walau hasilnya tidak sesuai dengan harapan, tetap gw yakin itu adalah kehendak dan taqdir Allah yang sudah dituliskan 50ribu tahun sebelum penciptaan dunia, sehingga gw harus ikhlas menerima. Segala isu kecurangan seputar pelaksanaan pemilu nggak gw gubris karena yah…memang sudah kehendak Allah hasilnya demikian. Sebagai rakyat, gw hanya bisa menerima dan mentaati, sebagaimana firman Allah azza wa jalla:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنكُمْ فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
[QS. AnNisaa: 59]

Hari ini pun pertama kali gw ikut memilih capres dengan benar (bukan nyoblosin semua gambar!). Bukan karena yang satu lebih baik dari yang lain, bukan pula karena yang satu lebih jelek dari yang lain, karena sebenarnya keduanya kurang memenuhi kriteria pemimpin sesuai syariat. Selain itu, dalam Islam juga tidak mengenal sistem “vox populi vox dei” seperti yang kita laksanakan sekarang. Dalam Islam, vox dei ya vox dei, nggak usah pake vox populi ataupun Michael J. Fox, yang dikehendaki Allah terjadi maka akan terjadi (QS. YaaSiin: 82).

Gw hari ini memilih untuk memilih bukan karena gw cinta demokrasi, tapi karena kaidah ushul fiqh dalam Islam yang menyatakan bahwa:
دَرْءُ الْـمَفَاسِدِ مُقَدَّمٌ عَلَى جَلْبِ الْـمَصَالِحِ
Menghindarkan kerusakan lebih diutamakan daripada mendatangkan kemashlahatan.

Hal ini berdasarkan firman Allah berikut:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَىٰ أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
[QS. Al-Maidah:51]

Dan bahwa segala perbuatan kita akan dimintai pertanggungjawabannya di hari kiamat. Well at least I have done something for my religion and my nation.

Dan apapun hasilnya, gw harus bisa menerima dengan ikhlas, karena itulah ketetapan Allah azza wa jalla.








%d bloggers like this: