Pengalamanku Pergi ke Semarang dan Jogja – a story by Nabil, a 2nd grade Elementary School student

3 01 2013

Pendahuluan:

Kalau biasanya narasi perjalanan di blog ini adalah tulisan saya berdasarkan perspektif saya, maka kali ini narasi ditulis oleh anak saya Nabil, berumur 8 tahun dan duduk di kelas 2 Sekolah Dasar, dengan sedikit editan yang bersifat struktural dari saya seperti penggunaan tanda baca dan ejaan kata. Oh ya, ini tulisan perdananya lhoo… Enjoy! 😉

========================================================================

NAB002

Liburan akhir tahun kemarin aku pergi ke Semarang dan Jogjakarta. Karena di perjalanan lama banget, aku bosan, jadi  aku main game di hpku. Aku makan pagi yang kesiangan di restoran Pringsewu. Sebelum makan, aku, papa, mama dan adik jalan-jalan di bagian belakang restoran yang ada pantainya. Lalu habis foto-foto kembali ke meja makan, terus aku jalan lagi dan main game lagi di hpku karena lama banget di perjalanan. Akhirnya aku makan siang di Pekalongan. Setelah itu aku jalan lagi. Di mobil aku nonton film karena perjalanannya lama. Akhirnya malam aku sampai di rumah adiknya nenekku lalu semua makan malam lalu aku tidur.

522889_4895204893858_625445547_n

Kayak Hogwarts Express ya?

 

Paginya habis sarapan aku berangkat ke Jogja. Tujuan pertama kita ke Museum Kereta Api di Ambarawa. Kalau mau naik kereta api uap harus sama rombongan, yang deket harganya Rp 10 juta, kalau yang jauh yang ada penginapan harganya mungkin Rp 20 juta. Aku enggak naik kereta api karena enggak browsing di computer, jadi aku cuman lihat-lihat saja.

 

 

 

 

Taman di Ullen Sentalu

Terus aku makan siangnya di restoran Ayam Goreng Sambel Kosek Magelang, terus aku ke museum Ullen Sentalu di Kaliurang, Jogja. Di sana aku melihat-lihat foto 3 dimensi raja dan ratu kerajaan Solo dan Jogja, juga kain-kain batik. Aku minum jahe yang dikasih gratis dari museum. Habis istirahat dan beres-beres di rumah adiknya kakekku di Jogja, kita makan malam di bakmi godog Shibishu. Masak mi-nya lama banget terus aku makannya banyak banget sampai aku kenyang sekali. Terus aku pergi ke Malioboro. Disana aku dibeliin baju batik, terus aku beli gantungan kunci buat teman-teman dan saudaraku pakai uangku sendiri. Habis aku foto-foto di Malioboro, aku ke mobil dan pulang ke rumah terus tidur.

ini makamnya Ki Hajar Dewantara

ini makamnya Ki Hajar Dewantara

Paginya habis mandi dan beres-beres aku sarapan nasi gudeg bu Amad terus aku berangkat ke makam eyang buyutku di Taman Wijayabrata terus ke Museum Anak Kolong Tangga. Disana aku beli mainan bubble dan aku juga beli kartu ninjago untuk memperbanyak koleksiku. Terus aku ke Mirota karena nenekku dan mamaku mau nyari baju. Aku, papaku dan adikku jalan-jalan aja terus ke café minum susu coklat sama makan otak otak. Terus karena jauh parkirnya, pulangnya aku, adikku, nenekku dan mamaku naik becak sampai di mobil. Tiba tiba papaku sampai di mobil lari-lari cepat sekali kaya super hero flash. Terus aku makan siang di restoran JeJamuran. Disana parkirnya jauh tapi ada orang yang nganterin pake mobil Grand Max yang ac-nya dingin.

Adikku dan papakuHabis itu kita pergi ke candi Borobudur. Sampai di sana langsung foto-foto. Aku cuma naik sampai lantai 3 soalnya di atas penuh sekali. Pas udah selesai aku mau turun, aku mau keluar tapi bingung karena ada banyak pasar, habis beli oleh-oleh akhirnya sampai di mobil terus aku pulang lagi ke Semarang.

Aku di Museum Anak

 

 

 

 

 

 

 

adikku suka sekali es krim coklat!

adikku suka sekali es krim coklat!

Besoknya aku pergi ke Kota Lama lihat-lihat gedung-gedung tua. Disana panas sekali jadi habis itu aku ke café Oen, aku makan es krim coklat enak sekali. Terus aku pergi ke Lawang Sewu. Disana aku masuk ke ruang bawah tanah. Kita disana harus bayar Rp 20ribu terus pakai sepatu boot dan senter soalnya di ruang bawah tanah ada airnya tapi tidak dalam dan gelap. Disana seru sekali, mamaku ditakut-takutin sama adikku. Aku harus masuk lewat jendela ruang bawah tanah soalnya udah nggak ada jalan lagi. Guide-ku ngasih tau disana ada penjara berdiri. Seru deh! Terus aku makan siang terus ke kuil Sam Poo Kong. Disana panas sekali, aku foto-foto aja kaya lagi di China. aku pulang ke rumah lagi karena besoknya aku harus pulang ke Jakarta.

483343_4895203813831_1470658505_n

Baaa!!! Ada aku dibalik jendela penjara bawah tanah

Gereja Blenduk 541061_4890129366973_982452614_n photo 1 di Kota Lama Samarang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Besok paginya aku cuma sarapan sedikit terus aku pulang ke Jakarta. Aku bosan lagi di mobil jadi aku main game di hp mamaku. Di jalan aku sarapan di restoran Mbok Berek terus aku makan siangnya di McD dekat rumah terus akhir nya aku sampai di rumah. Aku senang sekali liburan di Semarang dan Jogja. Kapan-kapan aku mau kesana lagi naik pesawat supaya cepat 🙂  .

 The end

Advertisements




The Other Side of Singapore

4 01 2012

Selamat pagi!

Tulisan ini lebih ditujukan kepada anda yang sudah mengunjungi Singapore lebih dari 1x, atau berdiam disana untuk waktu yg agak lama (semingguan lah). Jika bosan dengan hal yg itu-itu saja di Singapore, silahkan tengok ide di tulisan ini.

Di awal Desember 2011 kemarin, saya kembali mengunjungi negeri singa tersebut,  namun kali ini tidak bersama anak-anak, sehingga saya kemudian ingin mencoba beberapa pengalaman baru. Saya share satu2 yah…

1. The Chinese Garden

Cukup dengan naik Green line MRT arah Joo Koon lalu turun di stasiun Chinese Garden, maka anda sudah tiba di lokasi tersebut. Kunjungilah tempat ini di pagi hari, yah berangkatnya setelah sarapan, kira2 jam 7 berangkat dari downtown SG, dengan lama perjalanan kurang lebih 30-45 menit Aktivitas yg bisa dilakukan di tempat ini di pagi hari yaitu olahraga dan hunting foto.

Udaranya suegerrrr, padahal ini taman di tengah kota lho!

Jangankan taman2 di tengah kota Jakarta. Kebun Raya Bogor aja kalah segarnya, soalnya kalau di Bogor kan kendaraan masih boleh masuk. Nah kalau disini dijamin segar dan bebas polusi. Di pagi hari ini sempatkan juga meneliti berbagai kolam (atau danau buatan?) disana, dan dapatkan para kura2 yg sedang asyik bermain. Kalau di siang hari, kura2 ini biasanya ngumpet 😉

Biaya masuk? GRATISSS !!!

Singa yang menyemburkan api :p

2. Merlion Park dan Esplanade Drive

Merlion Park mah bukan the other side atuh!

Mungkin itu yang terlintas di benak anda pertama kali. Namun cobalah untuk mengunjungi tempat ini di malam hari untuk memperoleh ambience yg berbeda dalam foto anda. Cobalah juga untuk mengambil beberapa gambar dari sepanjang Esplanade Drive lalu berkunjung ke kedai kopi di kolong jembatan sambil menikmati alunan live music. Hmmm… so exotic!

 

3. Orchard Road

Nah, nggak mungkin nggak kesini kan kalau jalan-jalan ke Singapore? Konon kabarnya 70% foreign shopper di daerah ini berasal dari Indonesia! Wow hebat ya? Tapi diantara 70% itu, kalau kecapekan belanja terus ngapain? Here’s some ideas:

Mau? 😉

 

Makan es potong sambil duduk di pinggir trotoar. Di seputaran Lucky Plaza, ada beberapa kakek2 penjual es ini yg siap sedia melayani para pembeli. Harganya? Only S$ 1 each, and one won’t be enough! hahaha seger banget!

 

 

 

Nongkrong di Killiney Kopitiam. Di coffeeshop tradisional yg terletak di Killiney Road (k.l. 500m dari Orchard Rd) ini wajib coba kaya french toast dan teh tarik nya. Benar2 lezat dan menyegarkan! Untuk roti dan minuman kira2 S$ 3 – 4 lah. Buat yg belum makan siang, ada juga beberapa menu lain yg lebih “berat”.

 

4. Kampong Glam

Cobalah untuk mengunjungi daerah yang mayoritas dihuni oleh penduduk muslim ini di malam hari. Lalu kunjungi the Sultan Mosque (Masjid Sultan) di daerah tersebut. Menara masjid ini memiliki lampu dengan berbagai warna yang senantiasa berganti setiap saat. Bertolak dari masjid, terdapat berbagai hal yang menarik sepanjang pedestrian walk di belakang masjid tersebut, seperti toys museum, distro dan bangunan khas arsitektur peranakan yg colorful dan menarik untuk diabadikan.

 

Nah demikianlah the other side of Singapore kali ini, semoga bisa menjadi sisi lain dalam travelling anda. See ya! 😉

Special thanks to @ogieanakbaik untuk infonya tentang espotong dan chinese garden di sini .





Wisata kuliner, pantai dan sejarah di Banten

2 01 2012

Libur tlah tiba. Ya, liburan sekolah anak-anak sekaligus long-weekend pada tanggal 24-26 Desember 2011 kemarin memang terlalu menarik jika dilewatkan begitu saja di rumah. Lalu kami pun merencanakan liburan dengan menginap di daerah Carita. Dari hasil riset kecil2an yang kami lakukan, ternyata beberapa resort dan penginapan di wilayah Anyer sudah tidak menyenangkan untuk bermain di pantai, karena white sandy beach nya sudah habis tersapu ombak beberapa tahun yang lalu. Hiks hiks… 😦 Dan akhirnya kami pun memperoleh penawaran menarik untuk paket long weekend kemarin dari Mutiara Carita Cottages.

Merasa sayang untuk hanya menghabiskan waktu di pantai saja, maka kami berangkat jam 6 teng pada hari Sabtu pagi itu, lalu menuju ke Banten Lama, Serang (exit tol Serang Timur). Banten Lama terletak kurang lebih 10 km dari gerbang tol. Kita akan disambut gapura bertuliskan “Selamat Datang di Kota Banten Lama”. Jangan khawatir, papan penunjuk arah ke Banten Lama banyak ditemui sepanjang jalan kok 🙂 (Note: jika anda akan pergi ke Banten Lama di pagi hari, memang jalanan sangat lancar dan tidak macet, namun anda harus mempersiapkan bekal sarapan dari rumah, karena dapat dikatakan tidak ada tempat makanan yg recommended disini 😦 )

Banten Lama adalah sisa-sisa kejayaan Sunda jaman dahulu. Letaknya yg strategis membuat pelabuhan Banten ramai dengan perdagangan internasional, dan sempat menggantikan Malaka sebagai pusat perdagangan di Asia Tenggara. Lada menjadi komoditas utama untuk diekspor ke Eropa. Bahkan karena rempah yang satu ini, Kesultanan Banten sampai menempatkan dua duta besarnya di London! Tapi sekarang sisa-sisa kejayaannya cuma tinggal puing-puing saja. Karena Belanda sudah membumihanguskan Banten.

Di Banten Lama yang merupakan kota kuno jaman kerajaan Sunda jaman dahulu tersebut, kami mengunjungi beberapa situs disana, diantaranya yaitu Benteng Spellwijk,  Vihara Avalokitesvara, Masjid Agung Banten, dan Masjid Pacinan Tinggi. Berikut ini keterangan situs tersebut :

Benteng Spelwijk
Benteng buatan Belanda, yang dibangun untuk pertahanan. Konon dahulu dilengkapi ribuan meriam.

Sekarang tinggal reruntuhannya saja, dimana anak-anak akan senang bermain perang-perangan disana.

 

Masjid Agung Banten

Wajib kunjung! Lihat bangunan menaranya yang khas. Tapi yang unik masjid ini punya dua kubah. Konon salah satu kubahnya terbang berpindah dari Masjid Agung Cirebon! Dan memang masjid tua di Cirebon itu tidak punya kubah 😀

 

Vihara Avalokitesvara
Ini adalah salah satu vihara tertua di pulau jawa. Tapi yang berdiri sekarang sudah bukan lagi bangunan aslinya. Vihara ini dibangun untuk para pengikut istri Syarif Hidayatullah, yang memang beristrikan seorang Putri Cina. Salah satu bukti toleransi umat beragama di zaman dahulu.

Masjid Pacinan Tinggi

Kondisi bangunan masjid yang aslinya dibangun dengan arsitektur China bernuansa lokal ini memang sangat mengenaskan. Sebagaimana terlihat dalam foto, hanya inilah sisa reruntuhan yang ada. Namun situs ini merupakan salah satu bukti akulturasi antara kaum pendatang dengan penduduk lokal.

photo courtesy of mbak Dien

 

Nah, setelah puas berwisata, kami pun kembali ke jalan tol Merak dan mengarah ke exit tol Cilegon Timur (hati2 kena macet parah kalau keluar di Cilegon Barat). Setibanya di jalan raya Anyer, kami pun mampir di Mercusuar Anyer (Anyer Lighthouse) yang terletak tak jauh dari pasar Anyar. Mercusuar Anyer ini merupakan saksi biksu gelombang tsunami saat Krakatau meletus 27 Agustus 1883.

 

 

 

Dan setelah puas berjalan-jalan, akhirnya kami tiba di lokasi penginapan pas jam makan siang. Lalu kami menghabiskan waktu selama 2 hari dan 2 malam untuk berkumpul bersama keluarga dan melakukan berbagai aktivitas pantai disana, seperti berenang, memancing, banana boat, dan lain sebagainya. (Note: white sandy beach di lokasi inipun sudah hampir habis…)

Kami bertolak kembali ke Jakarta pada hari Senin siang, namun kali ini dengan rute yang berbeda. Dari Mutiara Carita kami mengarah ke kota Labuhan yang hanya berjarak sekitar 10km untuk menikmati makan siang maknyus di Rumah Makan Bu Entin yang terletak hanya 200m dari pasar labuhan. Rumah makan ini menyediakan menu aneka seafood bakar lezat dengan harga yang sangat sangat sangat murah!! 😀

(must try: otak-otak bakar dan sate manis) 😉

Sluurpp... yummyyy...

Setelah kenyang, kami kembali melanjutkan perjalanan ke Jakarta melewati kota Pandeglang dan Serang. Bagi yang senang konvoy atau touring bareng, treknya sangat menarik nih, tidak terlalu ekstrim tapi juga tidak mengantukkan. Tak jauh dari kota Pandeglang, jangan lupa untuk mampir ke Duren Jatuhan Haji Arif (DJHA), dimana kita bisa langsung menikmati duren berbagai ukuran dengan rasa lezat dan harga murah tentunya! DJHA ini memiliki fasilitas lapangan parkir yang luas, toilet bersih dan mushalla sehingga nyaman untuk beristirahat sejenak. Setelah puas memborong duren, kami kembali ke Jakarta melalui gerbang tol Serang Timur. Oh ya, jangan lupa mampir ke toko oleh2 sebelum gerbang tol, untuk membeli sate bandeng khas Serang yang terkenal itu.

Tak disangka yah, ternyata Banten memiliki berbagai spot yang menarik untuk berwisata! mulai dari wisata sejarah, pantai, hingga wisata kuliner! Totally worth to try! Dibawah ini adalah hasil hunting foto di pantai Carita, yang hanya menggunakan kamera ponsel 😉

Krakatoa Sunrise

Lonely Broken Bridge

Angry Sea at Dusk

 

Special thanks to mbak Dien Tj untuk foto mercusuarnya dan masakannya waktu di Carita, @ari_suryaputra untuk info wisata sejarahnya, dan om @auliamondi untuk info wisata kuliner serta menjadi “GPS” sepanjang perjalanan, hehehe…

See you on the next trip!





Flashpacking to Singapore with Children, day 2 – end

31 12 2011

Nah sekarang kita memasuki hari kedua. Bangun tidur, sebelum beranjak keluar hotel untuk mencari sarapan, terlebih dahulu kami menyantap mi instan dalam kemasan yg dibawa dari rumah (demi penghematan, kami memilih hotel yg tidak menyediakan breakfast, hehehe…).

Perjalanan pada hari itu diawali dengan berjalan kaki lalu ber-MRT ria (dan jalan kaki lagi) ke Merlion Park. Kemudian untuk melengkapi petualangan anak2, kami pun ber-cruisin’ ria menyusuri Boat Quay dan Clarke Quay dengan perahu (SGD 8/ orang). Sepanjang perjalanan di sungai itu kita bisa menemukan berbagai tempat bersejarah seperti Raffles Landing Site, Supreme Court yang dibangun pada masa kolonial, dan lain-lain dengan perspektif yang sangat menarik  sebagai objek foto.

Lalu kamipun melanjutkan perjalanan ke Chinatown dengan MRT untuk makan siang di Maxwell Foodcourt yang terletak persis di seberang kuil terbesar di Chinatown (Nasi Lemak halal + ice tea SGD 2.50). Tak lupa kami juga membeli beberapa souvenir untuk oleh2 di Chinatown market ini, with bargain price tentunya! (SGD 1-5 each) 🙂

Di Chinatown ini, kerukunan antarumat beragama sungguh terjadi, terbukti dari keberadaan kuil (kelenteng), vihara, gereja dan masjid dalam satu wilayah, dimana kesemuanya itu terawat dengan sangat baik. Di Indonesia ada nggak yah yang seperti ini?

Dari Chinatown, kami pun melanjutkan perjalanan untuk berwisata belanja mainan di daerah Orchard Road. Jangan lupa mengunjungi Istana Park yang terletak di seberang Istana Presiden, tak jauh dari Plaza Singapura. Lelah berkeliling seharian, kami lalu kembali ke hotel untuk beristirahat sejenak dan membersihkan diri sebelum makan malam.

Kami bersantap malam di foodcourt spesial Ramadhan di Geylang Serai, sambil mengabadikan kemeriahan Geylang dalam menyambut bulan suci Ramadhan (Mee rebus + teh tarik SGD 3.50). Tak lupa setelah itu kami pun belanja (lagi) di bazaar Ramadhan tersebut :p

Hari ketiga, last day, saya mengawali hari dengan melakukan photo hunt di kawasan Geylang, mengingat daerah tersebut juga terkenal akan keotentikan rumah-rumah khas peranakan. Setelah bersiap, kami pun bertolak ke Changi dengan menggunakan bis dan MRT.

Thanks SG for the awesome experience for children!








%d bloggers like this: