17 02 2014

Begitu banyaknya berita orang hilang di socmed yg ternyata disebabkan masalah keluarga tidak membuat gw kapok repath/retweet info tsb, karena siapa tahu salah 1nya beneran hilang, dan siapa tahu salah 1 twit gue bisa membantu menyelamatkan 1 nyawa. Sesungguhnya setiap amal perbuatan itu ada balasannya masing2 di sisi Allah.

Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata :
وَمَنْ عَامَلَ خَلْقَهُ بِصِفَةٍ عَامَلَهُ اللهُ تَعَالَى بِتِلْكَ الصَّفَةِ بِعَيْنِهَا فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ
“Barang siapa yang menyikapi makhluk Allah (orang lain) dengan suatu sikap/sifat maka Allah akan menyikapinya dengan sikap tersebut pula di dunia dan di akhirat” (Al-Waabil As-Shoyyib hal 49)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيْهِ كَانَ اللهُ فِي حَاجَتِهِ وَمَنْ فَرَجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَجَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبَاتِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Barang siapa yang membantu memenuhi kebutuhan saudaranya maka Allah akan memenuhi hajatnya, barang siapa yang melepaskan kesulitan seorang muslim maka Allah akan melepaskan kesulitannya pada hari kiamat, dan barang siapa yang menutupi aib seorang muslim maka Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat” (HR Al-Bukhari no 2442 dan Muslim no 2580)

Gue butuh jaminan Allah tsb di hari dimana segala dollar, dinar dan dirham tidak berlaku, karena tentulah di hari tsb segala urusan manusia adalah sulit kecuali bagi manusia yang dilepaskan kesulitannya oleh Allah ta’ala. And that’s why I’ll keep tweeting in order to help others, to save others. اِ نْ شَآ ءَ اللّهُ .

View on Path





15 02 2014

Pekan lalu dikasih hujan sama Allah, manusia berharap panas. Kemarin dikasih panas sama Allah, manusia berharap hujan air. Alhamdulillaah sekarang hujan.

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
(QS. ArRahman:13)

View on Path





13 02 2014

Broccoli cah ayam

Bahan:
Broccoli
Daging ayam fillet
Bawang putih
Bawang bombay
Paprika
Saus tiram
Kecap manis
Kecap asin
Saus jamur
Garam + gula
Air

Cara masak:
– tumis bawang bombay n bawang putih dgn margarine sampai wangi
– masukkan ayam n air setengah gelas, masak sampai setengah matang
– tambahkan kecap2 n saus2 sesuai selera, masak hingga matang n agak asat
– masukkan broccoli n paprika, aduk rata hingga setengah matang, tambahkan garam n gula sesuai selera, matikan api. Done.

Waktu memasak: < 5 menit
Waktu persiapan: 10 menit
Waktu belanja: 2 jam 😓

View on Path





13 02 2014

Penghambat kesuksesan seseorang itu adalah dirinya sendiri, alias mental block. Gue baru menyadari itu saat pembokat baru yg gue puji2 abis waktu itu tau2 minta resign, setelah sebelomnya gakmasuk kerja dan ngirim anaknya yg gakbisa kerja samasekali buat gantiin, bohongin gue, dan ngilang gakbisa dihubungin. Setelah akhirnya gue bisa nelfon, yg ngomong resign adalah suaminya, via telfon. Ketidakprofesionalan pangkat empat! Yah no wonder she stucks being a maid…

Dari situ gue semakin memahami kalo gue mau sukses, gue harus bertingkahlaku dan berpikir seperti orang sukses, bukan orang gagal. Dan kesuksesan diawali dari profesionalisme dan integritas dalam bekerja.

View on Path





9 02 2014

The Lego Movie.
Ada yang sudah nonton? Saya cukup terkesima saat nonton film ini kemarin. Saya belum pernah review film sebelumnya, dan tulisan inipun bukan review film. Tulisan ini hanya sekedar bahasan ala warung kopi mengenai pesan dalam film tersebut. Film keluarga yang begitu ringan, seru, tapi sarat pesan dan filosofi yang cukup berat namun mengena bagi semua anggota keluarga.

Pelajaran yang dapat diambil oleh anak2 dalam film ini cukup banyak, misalnya bahwa pada dasarnya manusia memiliki sisi baik & buruk, dimana pada akhirnya kebaikan akan dapat mengalahkan keburukan dalam diri kita. Nilai lainnya yaitu bahwa sesungguhnya musuh terbesar kita adalah diri sendiri. Dalam kaidah sosial kemasyarakatan, mereka juga dapat belajar bahwa dengan kerjasama yg baik dalam suatu team berdasarkan saling percaya, mereka akan dapat mencapai tujuan bersama.

Biasanya kebanyakan film kartun “hanya” mengutamakan pesan bagi anak. Tapi yang ini tidak. Pelajaran sederhana akan pentingnya cinta dan sikap berbagi dalam keluarga seolah menohok para orangtua (termasuk saya) yang cenderung bersikap egosentris, sikap yang kadang lebih kekanak2an daripada sang anak. Dan hiburan paling menyenangkan bagi saya adalah diselipkannya teori2 filsafat, mulai dari teori filsafat eksistensi klasik ala Heraclitus dan modern ala Jean-Paul Sartre, konsep psikologi dari Sigmund Freud, hingga prinsip rasionalisme milik Socrates.

It was totally an entertaining movie, because everything is awesome!

View on Path





Payung

2 02 2014

20140202-202743.jpg

Bersyukurlah akan apa yang kita miliki, maka kita akan menjadi kaya. Inilah pelajaran yang saya dapat di sore hari yg hujan ini. Karena diantar pulang seusai mengajar mengaji dirumah dan mungkin agak terburu2, payung sang ustadz pun ketinggalan. Sebuah payung sederhana yang semata2 berfungsi melindungi pemiliknya dari guyuran air hujan. Saya pikir, “ah biarkan saja, minggu depan toh bisa diambil.” Namun tak lama sang ustadz pun sms dan mengatakan bahwa beliau ingin mengambil payungnya itu seusai shalat maghrib.

Saya tertegun membaca sms tersebut. Logikanya, kalau bukan untuk urusan yang sangat penting, seseorang tidak akan keluar rumah di malam hari hujan dan dingin seperti ini. Saya pun berkesimpulan bahwa beliau tentunya sangat membutuhkan payung tsb, karena mungkin hanya payung itulah yg dimiliki, dan karena beliau tidak memiliki kendaraan pribadi.

Saya langsung merasa tertampar. Selama ini saya selalu merasa tidak puas akan kendaraan yang saya miliki dan iri dengan mobil keluaran terbaru milik teman maupun saudara. Padahal, jika dibandingkan sang ustadz yang setiap hari harus berjalan kaki kedinginan membawa payung di hari hujan, saya jauh lebih beruntung bisa duduk dengan nyaman didalam mobil, payung beroda empat yang juga berfungsi melindungi pemiliknya dari guyuran hujan.

Tanpa saya tunda lagi, langsung saya kabarkan melalui sms bahwa kami akan mengantarkan payung tsb malam ini kerumahnya. Dan saat itu juga, saya langsung merasa 100 kali lebih kaya, kemudian saya berjanji pada diri sendiri untuk (setidaknya berusaha) tidak iri pada payung beroda empat terkini milik teman.

Sungguh kesederhanaan hidup yang layak dijadikan teladan. Barakallahu fiikum yaa ustadz, semoga selalu dalam lindungan Allah ta’ala.








%d bloggers like this: