Liburan Hemat bagi Anak yang Aman dan Nyaman di Bangkok

25 10 2013

Lagi2 banyak yg mempertanyakan tujuan travelling saya kali ini, karena saya mengajak anak-anak ke Bangkok, Thailand, yang memang sudah terkenal sebagai destinasi wisata dewasa. Berbekal niat yg kuat untuk memperkenalkan Bangkok sebagai salah satu ibukota modern yang masih mempertahankan nilai kebudayaan yang kental, saya pun bertekad untuk ber-flashpacking kesana. Berikut ini usulan itinerary & tips dari saya yang nyaman dan aman bagi anak-anak.

20131025-082650.jpg

1378746_10201935744291120_612681219_n

Day 1: Riverboat adventure
Setelah penerbangan yang cukup lama dari Jakarta (3,5jam), kami tiba di Don Muang International Airport jam 11.00. Jangan lupa untuk memesan makanan di perjalanan (in-flight service) walaupun anda menggunakan low cost carrier, karena 3,5 jam tanpa adanya aktivitas berarti di pagi hari itu kurang nyaman bagi anak-anak. Untuk perjalanan kali ini kami menggunakan Air Asia Indonesia yang sampai saat ini insya Allah relatif tepat waktu dan aman. Pesanlah makanan ketika membeli tiket atau ketika melakukan web check in, karena persediaan makanan yang terbatas di atas pesawat dan harganya pun lebih murah jika kita memesan terlebih dahulu (pre-booked meal). Cobalah Nasi Lemak, Nasi Minyak Palembang dan Lasagna yang lezat dan mengenyangkan. Jika anda melakukan pemesanan makanan melalui web, menu makanan yang disajikan sudah termasuk air mineral dalam kemasan, dan anda akan dilayani terlebih dahulu!

20131025-090435.jpg

Dari bandara, kami tidak naik taxi menuju hotel, tapi kami memilih naik airport shuttle bus nomor A1 menuju stasiun MRT di Bangkok yakni BTS Mo Chit untuk kemudian melanjutkan perjalanan dengan skytrain. Ada beberapa jenis bus, tapi kami memilih nomor A1 ini dengan tarif 30B per orang. Sesampainya di Mo Chit, langsung naiki jembatan penyeberangan untuk masuk ke BTS Mo Chit atau jika anda ingin naik subway, masuki stasiun MRT Chatuchak Park di samping halte bus lalu melanjutkan perjalanan dengan MRT atau subway. Untuk peta lengkap jalur transportasi umum di Bangkok silahkan lihat di sini.

20131025-083530.jpg
Kami langsung menuju ke The Residence Rajtaevee hotel yang terletak di Petchaburi Rd, hanya 50m dari Kedutaan Besar RI. Salah satu sebab kami memilih hotel ini yaitu karena lokasinya yang dekat dengan BTS Ratchatewi dan BTS Siam (10 menit jalan kaki bersama anak), 5 menit dari Pantip IT Plaza, Platinum Fashion mall dan Pratunam market serta 10 menit jaraknya dari kompleks perbelanjaan Siam Paragon. Ada banyak budget hotel di daerah ini, seperti First Hotel, Pakdee Bed & Breakfast dan Baiyoke hotel. Yang jelas, di hotel kami ini makanannya halal dan tersedia kamar tipe apartment (2 bedrooms).

Setelah beristirahat sejenak, kami beranjak ke sebuah restoran Melayu halal kira-kira berjarak 10 menit berjalan kaki dari hotel ke arah masjid Daarul Aaman, Phaya Thai Rd. Ada banyak rumah makan halal di daerah ini, dengan harga makanan berkisar 80-120B per porsi, kurang lebih sama dengan di Jakarta.

Setelah itu, kami menuju ke BTS Ratchatewi untuk naik skytrain menuju BTS Saphan Thaksin dan melanjutkan perjalanan dengan perahu dari Sathorn Pier yang terletak bersebelahan dengan stasiun BTS tersebut. Ada beberapa jenis perahu disini:
1. Ferry: ini perahu charteran, yang didedikasikan hanya utk 1rombongan. Perahu ini akan menunggu kita selagi kita turun di setiap dermaga utk menuju ke objek wisata yang tersedia. Tarifnya adalah 150B per trip pulang-pergi (kemungkinan belum termasuk tips). Jika ingin menaiki ferry ini, naiklah dari dermaga yang paling kanan.
2. Long tail boat warna orange, dengan jumlah penumpang sekitar 20 orang. Tarifnya 45B sekali jalan.
3. Long tail boat warna putih, dengan jumlah penumpang sekitar 40-50 orang (banyak yang berdiri). Tarifnya 15B sekali jalan. Perahu jenis ini paling murah, namun harus menunggu agak lama dan agak berdesakan dengan penumpang lainnya. Nah perahu jenis inilah yang kami naiki 😀
4. Perahu-perahu yang disediakan gratis khusus untuk tamu hotel di sepanjang Chao Phraya.
5. Ferry khusus untuk menyeberang dari dermaga sebelah timur ke barat atau sebaliknya. Tarifnya 3B sekali jalan.

20131025-090106.jpg
Perjalanan menyusuri Chao Phraya yang sangat besar dan panjang dengan long tail boat yang merupakan ciri khas perahu Thailand ini menjadi aktivitas yg mengasyikkan bagi anak-anak dan berbeda dari canal cruise di kota-kota lainnya.

20131025-093901.jpg

Petualangan di sepanjang Chao Phraya berarti juga perjalanan menyusuri kuil-kuil Buddha seperti Wat Pho, Wat Arun dan Grand Palace yang terletak di Tha Tien Pier. Kegiatan ini paling pas dilakukan menjelang sore hari, kira2 jam 14.30 supaya tidak terlalu panas dan bisa menyaksikan sunset di Tha Tien Pier dengan latar Wat Arun yang sangat eksotis. Harga tiket masuk untuk Wat Pho (sleeping Buddha) adalah 100B, Grand Palace 500B dan Wat Pho 50B. Tiket ini hanya untuk dewasa, sedangkan anak-anak tidak dipungut biaya alias gratissss! Jangan lupa untuk mencicipi berbagai penganan khas Thailand yang murah meriah di “pasar tumpah” setelah keluar dari Tha Tien Pier. Jika perut anda tidak terlalu sensitif, mango sticky rice yang hanya seharga 50B di pasar ini wajib dicoba!

Selalu berhati-hatilah sepanjang perjalanan, jangan pernah lengah dan jangan mudah percaya dengan orang lain. Setibanya di Sathorn Pier dimana ketika itu hari sudah gelap, ada dua orang lelaki Timur Tengah yang mengaku dari Dubai menghampiri kami, mengucap salam dan langsung memeluk suami saya karena katanya mereka adalah sesama muslim (mungkin terlihat dari jilbab saya yg cukup “langka” di daerah tersebut ya). Saya langsung curiga dengan perilaku mereka itu.

Mereka menanyakan asal kami, dan setelah dijawab suami saya bahwa kami dari Indonesia, mereka mengatakan dengan ramahnya bahwa mereka ingin ke Jakarta dan mereka ingin melihat uang Indonesia!

Selagi mereka berbicara dengan cepatnya dan mengeluarkan dompet mereka utk menunjukkan isinya, mata saya tidak pernah lepas sedetik pun dari gerakan tangan mereka, sambil tetap memegang tas kami erat-erat dan menjaga anak-anak. Setelah mereka mengatakan keinginannya untuk melihat uang Indonesia, saya yang tadinya diam ketakutan langsung menjawab dengan muka jutek “No, we don’t have money.” Menyadari modus aksinya sudah terbongkar, mereka langsung kabur tanpa pamit maupun salam. Dan sedetik kemudian suami saya baru menyadari kalau mereka ternyata sepasang penipu! Aksi hipnotiskah itu? wallahu a’lam. Saya langsung bersyukur kepada Allah karena telah melindungi kami dari kejahatan mereka. Pelajaran lainnya dari kejadian ini adalah: jangan bepergian sendirian di Bangkok, khususnya setelah hari gelap, dan jika memang terpaksa pergi sendirian maka tidak berbicara dengan orang asing itu keputusan yang cukup bijak.

Malam itu, karena masih shock dan lelah, kami langsung kembali ke hotel dan menyantap burger yang dibeli di “toko tujuh sebelas” dekat hotel serta mi instan didalam kamar hotel. Jika anda bepergian dengan anak yang lebih besar, maka anda bisa melanjutkan perjalanan kembali dengan perahu ke Asiatique, mall berkonsep outdoor di pinggir Chao Phraya, atau berbelanja di Lumpini Night Bazaar.

20131025-100019.jpg

Day 2: Shop till you drop

20131025-182859.jpgApa aktivitas yang paling seru di Bangkok? Tentunya belanja, belanja dan belanja! Pagi ini kami habiskan dengan berbelanja di Pratunam Market, semacam pasar pagi Mangga Dua yang menjual aneka pakaian dengan harga grosir yang lebih murah dari Jakarta! Tak usah khawatir untuk menghabiskan budget belanja anda di pasar ini karena sejauh ini pasar ini termasuk yang paling murah di Bangkok untuk pakaian, namun jangan lupa untuk berhati-hati dalam memilih barang yang berkualitas baik dan menawar harga. Harga bisa ditawar jika kita membeli pakaian minimal 3 potong di toko tersebut. Tawaran pun hanya bisa berkisar antara 10-20% jika anda gigih dalam menawar. Pasar ini sudah buka dari jam 6 pagi, bahkan ada beberapa toko yang sudah buka sejak jam 4 pagi. Bawalah uang tunai, karena toko-toko disini tidak ada yang menyediakan fasilitas bagi kartu kredit maupun debit, dan juga tidak ada mesin ATM di pasar ini.

Alternatif lainnya untuk kegiatan belanja di pagi hari adalah berkunjung ke Damnoen Saduak floating market yang buka setiap pagi dan terletak kira2 2 jam dari Bangkok (total 4-5 jam PP). Saya tidak mengunjungi floating market ini karena khawatir anak-anak terlalu lelah dan kurang nyaman disana.

20131025-183325.jpg

20131025-183341.jpg

Sekembalinya dari berbelanja, setelah mandi dan meletakkan belanjaan, kami berjalan ke Siam Paragon yang hanya berjarak 10 menit dari hotel dengan jalan santai. Kami langsung menuju ke Siam Ocean World yang terletak di basement mall ini. Banyak spesies di Siam Ocean World ini yang tidak terdapat di Sea World Ancol. Bahkan mereka mengklaim sebagai yang terlengkap di Asia Tenggara!

Harga normal tiket masuknya adalah 900B untuk dewasa dan 700B untuk anak. Tapi jangan khawatir, ada banyak cara untuk mendapatkan tiket murah, mulai dari pembelian online, membeli early bird ticket, membeli combo ticket dengan tiket Madame Tussauds museum, hingga membeli tiket melalui agen perjalanan lokal. Untuk list harga resmi tiketnya silahkan klik di sini. Saya membeli tiket melalui teman saya yang bekerja sebagai local guide, dengan harga yang cukup bersahabat dengan dompet! Jadi walau kita bepergian sendiri tanpa melalui agen perjalanan, kita tetap bisa membeli tiket melalui agen-agen lokal.

Pemerintah Thailand memang memiliki kebijakan pembedaan harga tiket masuk objek-objek wisata bagi penduduk Thailand dan wisatawan asing. Mereka juga memberikan fasilitas diskon dan insentif tertentu bagi pemandu wisata lokal yang telah tersertifikasi. Bahkan di beberapa atraksi tertentu seperti kuil Buddha, penduduk Thailand tidak dikenakan tiket masuk. Hal ini tentunya dapat menggairahkan bisnis pariwisata lokal yang pada akhirnya akan meningkatkan penerimaan negara dari sektor pajak. Sebuah sistem yang sangat perlu dipelajari pemerintah kita, dimana saat ini penetapan harga tanda masuk obyek wisata nasional masih bersifat parsial.

20131026-060253.jpg
Setelah puas bermain dengan aneka spesies laut, kami melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki ke MBK, salah satu surga belanja, untuk makan siang dan membeli oleh-oleh. Hanya ada 3 kios makanan halal di foodcourt MBK ini, jadi pilihannya cukup terbatas. Untuk harga pakaian jelas lebih murah di Pratunam Market, tapi di MBK ini tersedia banyak pernak-pernik khas Thailand dengan harga cukup murah.

Seusai berbelanja seharian, tentu kaki mulai terasa pegal. Sempatkan untuk memanjakan diri sendiri di sore hari dengan merasakan Thai massage seharga 200B di kawasan Petchaburi Rd, tepatnya di gang sebelah Pakdee bed & breakfast hotel. Ada banyak tempat pijat disana, namun hanya ada 1 tempat pijat yang menyediakan ruangan khusus bagi wanita. Jangan lupa untuk membawa uang tunai untuk tips.

1384030_10151767566188843_1157062585_nNah, kegiatan di malam hari ini yang menurut saya paling menakjubkan! Kami menonton Siam Niramit show. Siam Niramit ini adalah teater yang menampilkan seluruh aspek kebudayaan Thailand mulai dari sejarahnya, kepercayaannya hingga seni bangsa Thai. Siam NIramit yang memiliki taglineThailand’s Must See Show” ini telah memperoleh berbagai penghargaan secara nasional maupun internasional sebagai pertunjukan terbaik, terbesar dan spektakuler, diantaranya yaitu penghargaan dari Guiness World Records untuk panggung terbesar. Ya, di dalam pertunjukan ini kita dapat menyaksikan desa, kerajaan, kuil, sungai asli lengkap dengan perahu dan orang berenang di dalamnya, bahkan surga dan neraka! Mustahil jika anda tidak memberikan standing applause seusai pertunjukan. Penonton pertunjukan ini 90% nya adalah wisatawan barat alias bule, dan sisanya barulah orang Asia termasuk kami. Sungguh berbanding terbalik dengan komposisi wisatawan di kawasan belanja.

Tiket masuk seharga 1500 – 2350B (tergantung paket dan lokasi kursi yang anda inginkan) tentunya sepadan dengan pengalaman yang diperoleh selama menyaksikan Siam Niramit. Untuk tiket yang lebih murah, seperti biasa belilah di local guide yang sudah bersertifikat. Walaupun pertunjukan dimulai pukul 8 malam, sebaiknya datanglah lebih awal, sekitar jam 6 sore untuk menyaksikan dan mengikuti aneka pertunjukan kebudayaan Thailand didepan gedung teater, mulai dari seni tari Thailand, naik gajah, hingga masuk ke desa asli Thai. Jangan lupa juga untuk berbelanja aneka souvenir khas Siam Niramit di area lobby. Jika anda membeli tiket dengan paket dinner+show, maka anda harus datang lebih awal untuk menikmati santap malam buffet yang disediakan.

Para local guide tentunya menawarkan jasa transportasi untuk menuju Siam Niramit. Namun kami memilih cara yang lebih hemat, yakni dengan BTS dan MRT, turun di MRT Thailand Cultural Center, lalu melanjutkan perjalanan dengan shuttle bus gratis Siam Niramit yang terletak tepat di pintu keluar 1 stasiun MRT tersebut. Pertunjukan malam hari ini sangat ideal menutup segala aktivitas belanja seharian penuh yang cukup melelahkan.

Day 3: Destination: Home

Pagi ini kami habiskan menikmati berbagai fasilitas hotel, agar anak-anak dapat beristirahat sebelum melakukan perjalanan panjang kembali ke rumah. Perjalanan menuju Don Muang International Airport dari kawasan hotel kami hanya memakan waktu sekitar 1 jam 15 menit perjalanan dengan kendaraan umum (BTS dan airport shuttle bus). Untuk penerbangan di siang hari, jangan lupa untuk memesan makan siang yang bergizi terlebih dahulu bagi anak-anak di pesawat, agar mereka bisa tidur siang dengan nyaman sepanjang perjalanan setelah kenyang menikmati santap siang.  Penerbangan 3,5 jam menjadi tidak terlalu terasa lama dan menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi anak-anak. Saya pun kemudian menyadari bahwa salah satu unsur utama kepuasan travelling adalah kenyamanan sepanjang perjalanan, yang kali ini alhamdulillah dipenuhi oleh Air Asia sebagai low cost carrier terpercaya di Indonesia. Thank you Air Asia, hanya dengan total 10 juta rupiah (termasuk belanja), kami bisa berpetualang berempat di Bangkok dengan nyaman dan hemat!

Pelajaran lainnya yang saya peroleh dari perjalanan kali ini yaitu tidak menetapkan tujuan wisata terlalu banyak jika bepergian bersama anak-anak dan memesan kamar hotel yang nyaman bagi mereka untuk beristirahat. Waktu beristirahat pun sebaiknya dipersiapkan lebih banyak bagi mereka.

Terima kasih untuk jeng Mirna atas info resto dan masjidnya di sini, kepada teman-teman indobackpacker atas semua info yang berguna dan kepada Astrid beserta kru Bergaya Turis Bangkok!

Advertisements




3 Days of Bali Halal Culinary Journey on a Budget

16 10 2013

Hello!

This is a supplementary note to my previous note about Bali trip here. Well, your journey is not perfect until you complete it with a yummy-excellent culinary experience! So here it goes: a 3-day halal culinary journey in Bali on a budget 😉

Day 1

es buah campur

es buah campur

rujak kuah pindang

rujak kuah pindang

 

On your way to Ubud, stop by on Jalan Soka, Denpasar and taste the best Bali authentic rujak kuah pindang and es buah campur. The taste is unbelievably exotic and fresh with a very budget price, not more than IDR 10,000 😉

bebek bali033

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Wanna have a relaxing ambiance during lunch? Go to Bebek Tepi Sawah restaurant in Ubud, and try the most delicious crispy duck in Bali (in my opinion, hehehe) right next to the rice fields. Don’t forget to try the healthy juices and you’ll feel refreshed and healthy after eating a large amount of cholesterol. LOL 😀 Budget tip: the duck is served in a very large portion, which makes it enough for 2 people (Indonesian, women and children) 🙂

indian tea

In the afternoon, after going on a series of museum trip, take a short break in Warung Sharaswaty, Jalan Penestanan, Ubud. Turn left right after Antonio Blanco museum, drive up the hill, and the Warung is on your right. This place serves authentic Indian vegetarian cuisine. But what makes this warung different than the other Indian vegetarian restaurant is that the food uses natural herbs and spices without any synthetic additive or instant spices. The price is on budget as well, considering the healthy food we’re having. Take a sip of Indian tea for a short recharging drink, and be prepared for another adventure!

Kedisan

 

Once you have arrived in Kintamani area, go to Kintamani floating restaurant in Kedisan. It’s the only floating restaurant by the Kintamani Lake, so you won’t be having any difficulties in finding the place. It has some cottages as well. Feel the sensation of dining while floating on the lake with soft breeze around you and makes you forget that you are actually in Bali. With price about IDR 30,000/ person, this is a truly culinary experience that you can’t miss!

 

 

Day 2

Gelato yummy!

Feeling thirsty after playing on the beach in the morning? Hit Flapjaks, about 100m on the left of Kuta Beachwalk and try the best gelato in town. It’s quite pricy for a cup of ice cream, but for a gelato, it’s totally on a budget price.

 

 

For a quick-lunch-on a budget, stop by at Kedai Laba Laba on Jalan Uluwatu, Pecatu, about 50m from Jalan Pura-Uluwatu intersection. They serve halal Indonesian food with a very affordable price, about IDR 25,000/ person. Don’t forget to try fresh coconut ice on the rocks before continuing your journey to Padang Padang or Suluban Beach.

candle light dinner in Jimbaran Beach

candle light dinner in Jimbaran Beach

 

You haven’t gone to Bali until you dine in Jimbaran Beach café. Although the food prices is considered quite high, but the beach atmosphere makes it worth every cent. Budget tip: don’t hesitate to ask for the food price if they don’t provide it on the menu.

 

 

Day 3

bu andika

Dine in or simply grab the take-away menu at the famous Warung Nasi Pedas Bu Andika on Jalan Raya Kuta, on your way to the airport. All the food here is spicy and extraordinary delicious! With only IDR 20,000, you’ve had everything you need for your lunch dish before your flight home.





Pentingnya Kemauan, a Life Lesson from Nabil

13 10 2013

Another lesson I got from him this morning:
Nabil (N): dek, tau gak kenapa kamu baru bisa naik sepeda roda 2 pas TK B?
Tia (T): nggak. Kenapa?
N: soalnya kamu gak mau pas belajar waktu TK A. Ya kaan?
T: ha? Maksutnya?
N: iya, itu semua tergantung kemauan kamu. Kalo kamu mau ya pasti bisa, tapi kalo kamu gak mau ya gak bakalan bisa. Makanya aku udah bisa (naik sepeda) sejak TK A.
T: 😐

Gue manggut2 aja dengernya. Jadi keberhasilan itu tergantung kemauan kita yah, apakah kita mau berhasil atau gagal. Thanks boy, what a great life lesson! 😘😍

20131013-095930.jpg





Bali, a Complete Landscape Tour In 3 Days

12 10 2013

I’m pretty sure most of us – especially Asian- have already gone to Bali, Indonesia, at least once. But did you realize that Bali has a perfect landscape that you can explore in just 3 days? Check this out.

Day 1

1.Rice Fields

Where is the best rice fields in Bali? Yes, it’s in Ubud, for sure! Ubud is very famous for its astonishing terraced rice fields, cultural village and Balinese handicrafts. Visit Ubud early morning to prevent traffic jam on your way up here. The rice fields lie along the way to Ubud village. Do not hesitate to stop by and take some pictures while breathing fresh air in Ubud. It takes about 1 hour from Denpasar to Ubud by car.

2. Mountain

Kintamani is the best place to explore mountain scenery in Bali. It has a beautiful lake, where you can dine, play and also stay for one night. The weather here makes you totally forget that you are in Bali. If you wanna experience Bali off the beaten path, then staying in Kintamani is the answer. Just go straight ahead towards the mountain from Ubud to come here. Just drive about 2 more hours from Ubud, then you’ll reach this haven.

Day 2

3. Silky sandy beach

Why do you go to Bali? Of course mostly because of its beautiful beaches. If you’re looking for Bali’s best silky sandy beach, then the beaches along Kuta – Legian is a must in your to-do-list. It’s not so crowded here in the morning, for the peak-hour for tourists usually in the afternoon right before sunset, where most travel photographers would come to capture the sunset.

4. Underwater

Wanna go underwater? The best diving spot in Bali (in my opinion 😀 ) actually is in Amed, but it takes about 2 hours driving from Kuta. So for a short getaway, I’d prefer Benoa which only takes about 15 minutes from Kuta. Here you can do some water sports as well as dive deep in the ocean for 1 hour, and feel the sensation of underwater life! Sorry I don’t have any underwater camera, so there are no pictures here. LOL 🙂

Peeking sunset at Padang Padang Beach

5. Cliff beach

Another type of beach in Bali is cliff beach. After lunch, drive towards southwest (southern Kuta) from Benoa to visit some rocky beaches with great cliff such as Balangan Beach and Padang Padang Beach. These free-entry beaches is totally worth for your afternoon trip. The place is not as crowded as Tanah Lot, so you can have some rest peacefully here. These beaches are near to Pecatu area, and just as beautiful as a Bali beach can be. Stay here until sunset and see the sunset from a different perspective!

(Thanks to my dear @sigitprianto for the sunset pic!)

 

 

 

Day 3

Uluwatu6. Hillside

The next day, before you hit the airport for your afternoon flight back home, you can go to Uluwatu where you can have both hill and cliff landscape, or you can just visit Garuda Wisnu Kencana, a cultural theme park in Southern Kuta and enjoy the beautiful hill scenery while having lunch or simply by having a cup of coffee at the restaurant inside.

Have a great adventure in Bali! 😉








%d bloggers like this: